Tetiba teringat paman itu setelah menemui seorang teman yang berperawakan mirip semalam.
Paman gendut ini sahabat pak Alwi *bapak saya. Dulu waktu saya SD hampir tiap hari bisa dipastikan ia ada di rumah kami. Jauh dari keluarganya mungkin jadi kesepian kalau di rumah sendiri, rumah bujang.
Bu Tinuk *ibu saya awalnya gak pernah ngomel kalo paman itu datang, lama lama agak terganggu juga.Bukan hanya karna seharian kerja nya main kartu saja dengan ayah saya tapi kebiasaan nya menaruh senjata api sembarangan yang membuat kuatir. Ketiga adik saya yang masih kecil kecil bisa saja main main dengan benda itu tanpa sengaja kan.
Iya paman itu bekerja di instansi tertentu yang mempersenjatai nya dengan pistol kecil. Sungguh wajahnya tanpa seragam sama sekali nggak garang, malah lucu.
Satu lagi yang biasanya bikin ibu saya marah, kalo main kartu hukumannya dijepit pake jepit jemuran hahahaha.... sejak kecil saya jadi terbiasa melihat tingkah konyol orang orang yang jauh lebih tua dari saya.
Agak lupa saya kenapa paman gendut mulai jarang ke rumah kami selain karena ibu saya mulai terusik dengan kedatangannya. Oooh iya, dia mulai di jodohkan dengan perempuan yang usia nya lebih tua beberapa tahun.
Perempuan yang awalnya ia panggil mbak itu akhirnya dinikahi juga. Kami sempat ke rumahnya beberapa kali untuk menengok saat anaknya baru lahir dulu. Lalu setelah kami pindah rumah putus kontak sama sekali.
Yang saya ingat, laki laki yang berbadan besar biasanya punya hati yang besar pula. Jarang marah dan cenderung lucu. Mudah menyimpan perasaan dan takut melukai orang lain.
*besar bukan berarti kasar
:D
Rabu, 14 Mei 2014
Kamis, 03 April 2014
Shop = game
Awalnya dari membelikan seseorang pakaian. Dalam artian saya membelanjakan untuknya(ini di luar kalau saja berbelanja untuk keperluan saya atau keluarga). Mulai hunting pertoko untuk mencari barang yang dirasa tepat, waktu itu karena pihak yang menginginkan saya belanja tidak mau membeli gadget yang smart (hadeeeh) membuat saya hanya mengikuti arahan nya saja tanpa bisa minta persetujuan barang mana yang ia mau.
Lalu mulailah saya berjualan secara online. Tapi terus terang agak payah saya dalam menilai pasar, saya memutuskan tidak akan menyetock barang lagi apalagi dalam jumlah yang besar. Karena sering kali apa yang saya nilai bagus belum tentu bagus buat orang lain. Akhirnya berjalanlah si online shop tanpa saya harus menyetock barang.
Inti dari online shop adalah kepercayaan antara penjual dan pembeli. Awalnya sebagai percobaan saya beli dulu untuk test bahan dan seberapa cepat barang dikirim, lalu seberapa pintar suplier menjelaskan dan menanggapi ke riwil an saya. Beberapa yang jutek akhirnya saya tinggalkan karena saya juga ingin rasa nyaman ketika berbelanja.
Buat saya lama lama rasa nya jadi kurang menantang, mulailah babak baru saya mencarikan barang yang dipesan kerennya sih mungkin personal shopper ya. Dari beberapa foto barang yang saya beri mungkin ada yang cocok, mungkin ditolak semua yang membuat saya jadi terus mencari. Mungkin orang yang menginginkan barang itu sudah menyerah, tapi demi memuaskan keingintauan, saya tetap akan saya cari.
Dalam pencarian saya malah jadi menemukan dimana saya bisa membeli barang barang lain yang mungkin akan saya perlukan di lain waktu.
Buat saya koq nikmat ya ketika saya diberi tugas untuk mencari sesuatu lalu saya berusaha mendapatkannya. Seperti beberapa game mencari barang yang pernah saya mainkan. Oalaaaah baru sadar itu kenapa sekarang frekwensi saya nge game berkurang.
Well, I'm enjoying it
if you ever need something call me up who knows i might know where to look :D
Lalu mulailah saya berjualan secara online. Tapi terus terang agak payah saya dalam menilai pasar, saya memutuskan tidak akan menyetock barang lagi apalagi dalam jumlah yang besar. Karena sering kali apa yang saya nilai bagus belum tentu bagus buat orang lain. Akhirnya berjalanlah si online shop tanpa saya harus menyetock barang.
Inti dari online shop adalah kepercayaan antara penjual dan pembeli. Awalnya sebagai percobaan saya beli dulu untuk test bahan dan seberapa cepat barang dikirim, lalu seberapa pintar suplier menjelaskan dan menanggapi ke riwil an saya. Beberapa yang jutek akhirnya saya tinggalkan karena saya juga ingin rasa nyaman ketika berbelanja.
Buat saya lama lama rasa nya jadi kurang menantang, mulailah babak baru saya mencarikan barang yang dipesan kerennya sih mungkin personal shopper ya. Dari beberapa foto barang yang saya beri mungkin ada yang cocok, mungkin ditolak semua yang membuat saya jadi terus mencari. Mungkin orang yang menginginkan barang itu sudah menyerah, tapi demi memuaskan keingintauan, saya tetap akan saya cari.
Dalam pencarian saya malah jadi menemukan dimana saya bisa membeli barang barang lain yang mungkin akan saya perlukan di lain waktu.
Buat saya koq nikmat ya ketika saya diberi tugas untuk mencari sesuatu lalu saya berusaha mendapatkannya. Seperti beberapa game mencari barang yang pernah saya mainkan. Oalaaaah baru sadar itu kenapa sekarang frekwensi saya nge game berkurang.
Well, I'm enjoying it
if you ever need something call me up who knows i might know where to look :D
Minggu, 30 Maret 2014
:D
Suatu ketika saya pernah merasa putus asa sekali, merasa bahwa sebagai umat saya koq nggak ada guna nya selain membuat orang lain susah. Bahkan sampai memutuskan bunuh diri (ada masanya saya ceria berlebihan dan down berlebihan)
Tepat sebelum cutter itu sampai dipergelangan tangan, saya berpikir ulang *walopun udah kena dikit -_-
"Benar nggak ada gunanya ya? kalau nggak ada guna nya koq saya sampai lahir? koq masih segar bugar sampai sekarang? Berarti mungkinkah saya bermanfaat buat yang lain?"
Sebut saya pengecut karena terlalu takut mati saat itu tapi dalam hati saya masih memikirkan terus fungsi saya.
Dunia seringkali buat saya kecewa. Melihat hal hal buruk yang terus terjadi disekitar tanpa ada kuasa saya untuk mengubahnya sendiri. Kadang hal yang membuat sedih bukanlah hal yang menimpa pada saya pribadi.
Dalam hati terus berdoa semoga ini hanya berat dari mata saya yang memandangnya tapi dirasa ringan oleh yang menjalankannya. Aamiin
*hope for a better world :D
Tepat sebelum cutter itu sampai dipergelangan tangan, saya berpikir ulang *walopun udah kena dikit -_-
"Benar nggak ada gunanya ya? kalau nggak ada guna nya koq saya sampai lahir? koq masih segar bugar sampai sekarang? Berarti mungkinkah saya bermanfaat buat yang lain?"
Sebut saya pengecut karena terlalu takut mati saat itu tapi dalam hati saya masih memikirkan terus fungsi saya.
Dunia seringkali buat saya kecewa. Melihat hal hal buruk yang terus terjadi disekitar tanpa ada kuasa saya untuk mengubahnya sendiri. Kadang hal yang membuat sedih bukanlah hal yang menimpa pada saya pribadi.
Dalam hati terus berdoa semoga ini hanya berat dari mata saya yang memandangnya tapi dirasa ringan oleh yang menjalankannya. Aamiin
*hope for a better world :D
Selasa, 11 Maret 2014
terlalu malas buat judul
Tunduk Kala dihadapan Ibu nya.
"Kenapa aku tak ber ayah bu?" Tanya nya perlahan sambil terus menunduk.
"Bukan kah sudah Ibu bilang bahwa kau ber ayah?" Jawab Ibu nya pelan, sambil memandangi remaja belia yang dulu berat nya tak lebih dari 3 kilo saat lahir.
"Tapi tak pernah Ibu bilang siapa ia" mata nya mulai menantang, tak puas dengan jawaban seadanya.
" Ingatkah kau pada cerita joko tingkir yang dulu sering ku dongengkan pada mu sebelum tidur?" Masih dengan suara pelan dan sabar.
" nama ayahku Joko Tingkir? Tinggal dimana ia?"
Ibu nya tersenyum
"Kau ingat ingat dulu, kenapa bidadari pergi meninggalkannya?"
"Ia membuka tutup penanak nasi"
"Itu berarti apa?"
"Ia melanggar permintaan bidadari?" Jawab Kala tak yakin
"Ayah mu pun begitu, itu sebabnya Ibu mengajakmu pergi"
"Tapi Ibu bukan bidadari"
"Tapi Ayahmu melanggar satu satunya permintaanku"
"Ia pasti kesepian"
"Ia laki laki yang kuat, Ia akan bertahan hidup tanpa kita"
"Bisakah kita menemuinya?" Pintanya
"Kelak jika umur panjang" jawab Ibunya tersenyum.
Kelak tak terjadi, Ibu nya tak berumur cukup panjang untuk dapat mempertemukannya dengan ayahnya.
Lalu setiap kali di jalan ia melihat sosok laki laki setengah baya dalam hati ia berpikir apakah itu ayahnya? apakah harus nya ada getaran yang dekat menderu hebat kalau mereka bertemu meski tak saling kenal sebelumnya.
*masih 2 menitan :D *bersambung juga
"Kenapa aku tak ber ayah bu?" Tanya nya perlahan sambil terus menunduk.
"Bukan kah sudah Ibu bilang bahwa kau ber ayah?" Jawab Ibu nya pelan, sambil memandangi remaja belia yang dulu berat nya tak lebih dari 3 kilo saat lahir.
"Tapi tak pernah Ibu bilang siapa ia" mata nya mulai menantang, tak puas dengan jawaban seadanya.
" Ingatkah kau pada cerita joko tingkir yang dulu sering ku dongengkan pada mu sebelum tidur?" Masih dengan suara pelan dan sabar.
" nama ayahku Joko Tingkir? Tinggal dimana ia?"
Ibu nya tersenyum
"Kau ingat ingat dulu, kenapa bidadari pergi meninggalkannya?"
"Ia membuka tutup penanak nasi"
"Itu berarti apa?"
"Ia melanggar permintaan bidadari?" Jawab Kala tak yakin
"Ayah mu pun begitu, itu sebabnya Ibu mengajakmu pergi"
"Tapi Ibu bukan bidadari"
"Tapi Ayahmu melanggar satu satunya permintaanku"
"Ia pasti kesepian"
"Ia laki laki yang kuat, Ia akan bertahan hidup tanpa kita"
"Bisakah kita menemuinya?" Pintanya
"Kelak jika umur panjang" jawab Ibunya tersenyum.
Kelak tak terjadi, Ibu nya tak berumur cukup panjang untuk dapat mempertemukannya dengan ayahnya.
Lalu setiap kali di jalan ia melihat sosok laki laki setengah baya dalam hati ia berpikir apakah itu ayahnya? apakah harus nya ada getaran yang dekat menderu hebat kalau mereka bertemu meski tak saling kenal sebelumnya.
*masih 2 menitan :D *bersambung juga
Sabtu, 22 Februari 2014
IBU RT
Saya lagi kepikir betapa bahagia nya kalau nanti setelah menikah saya jadi ibu rumah tangga. Koq berubah? iya dulu saya ingin terus bekerja. Lalu ketika melihat anak anak para sahabat, saya jadi kepikiran.
Apa rasa nya ketika anak melangkahkan kaki untuk pertama kali dan saya gak menyaksikan. Apa rasa nya kalau kata yang keluar pertama kali bukan mama tapi bibi.
Saya ingin semua itu. Ingin selalu di sampingnya, ingin mengawasi, bermain dan belajar bersama.
Seorang teman bilang eman kalau kemampuan saya terkubur di rumah.
Jadi ibu rumah tangga itu juga butuh skill khusus lho, gimana cara nya biar uang belanja cukup, masak apa buat anak, gimana cara membagi waktu untuk pekerjaan rumah tangga. Saya malah selama ini terbayang kerepotannya para ibu ibu itu.
Tapi melihat beberapa teman dengan rumah bersih dan anak yang bahagia koq rasa nya saya jadi iri ya.
Jumat, 24 Januari 2014
lara
Dan hujan malam itupun turun dengan derasnya tanpa jeda tepat setelah saya berkata "sudah"
Meski hati kecil saya berkata "belum" ... meski saya masih "mau".
Saya pengecut yang takut kembali terpuruk dalam luka cinta. Selalu saja menghindar dan menjauh agar "luka" tak hinggap.
Sejati nya jatuh cinta hanyalah untuk para pemberani. Mereka yang siap sakit dan luka.
"Dieman eman nduk, bandhamu mung ati. Sepisan ajur angel mbalike maneh"
Note : menyambut kelahiran anak zurich & thalita
*hey zurich! Tokceer! Hebat! Langsung 4
*padahal nubi
*padahal belon ada 2 thn umurnya
*padahal gak ada yg ngajari cara kawin
Meski hati kecil saya berkata "belum" ... meski saya masih "mau".
Saya pengecut yang takut kembali terpuruk dalam luka cinta. Selalu saja menghindar dan menjauh agar "luka" tak hinggap.
Sejati nya jatuh cinta hanyalah untuk para pemberani. Mereka yang siap sakit dan luka.
"Dieman eman nduk, bandhamu mung ati. Sepisan ajur angel mbalike maneh"
Note : menyambut kelahiran anak zurich & thalita
*hey zurich! Tokceer! Hebat! Langsung 4
*padahal nubi
*padahal belon ada 2 thn umurnya
*padahal gak ada yg ngajari cara kawin
Senin, 13 Januari 2014
blessed
Seseorang pernah bilang betapa beruntungnya saya karena saya selalu dikerumuni banyak teman yang baik.
Dan untuk beberapa bulan ini saya ngerasa bahwa kata kata nya itu benar
Tuhan, selalu membuat saya dibantu banyak teman ketika saya sedih dan susah.
Bahkan ketika saya merasa terlalu nakal untuk diberi kebaikan pun bantuan selalu datang.
Terimakasih semua Love you all
Dan untuk beberapa bulan ini saya ngerasa bahwa kata kata nya itu benar
Tuhan, selalu membuat saya dibantu banyak teman ketika saya sedih dan susah.
Bahkan ketika saya merasa terlalu nakal untuk diberi kebaikan pun bantuan selalu datang.
Terimakasih semua Love you all
Langganan:
Postingan (Atom)