Kamis, 07 Juli 2016

titi wanci

Kadang lupa, bahwa semua ada waktunya di dunia ini, memaksakan untuk tau sesuatu hal sama seperti memaksa lahir jabang bayik sebelom masanya. Cilakak
Lupa bahwa kebetulan itu tak ada. Semua waktu yang mengatur. Semua jumpa, suka, derita ataupun selamat tinggal.
Yang diluar kuasamu tak usah kau paksa.
Tenang tenanglah karena nantinya akan sampai juga

Yw 37

Minggu, 27 Maret 2016

kadung mendung

Awan kelabu berarak bergegas, tanda nanti akan ada hujan entah disini atau diseberang.

Ambennya mulai lembab, antara sisa trocoh air hujan, bekas muntahan atau sisa kotoran yang lain.

Hawa dingin begini selalu membuatnya sakit, bukan hanya merasa sakit tapi benar benar sakit. Ia tak bisa bangkit jauh dari ambennya meski hanya sekedar untuk buang air.

Sekejap bau pesing pun menguar di udara bercampur bau tanah lembab dan apak nya rumah.

Kembali menekuni tikar pandan di ambennya

Kalau hidup semudah anyaman sifatnya, kau tau kapan harus tertekuk, kapan lurus dan miring mungkin ia tak akan selalu masuk dalam masalah sampai begini.

Sesal kemudian tiada guna.

Dibenahi rambutnya yang hampir memutih semua, panjangnya sekarang telah melebihi lututnya sendiri.

Perlahan diraihnya gincu, merah. Serupa benar warna darah, sisa diujung ujung yang hampir tak terjangkau.

Suara gumaman pelan mulai terdengar, nyanyian yang mirip rintihan.

Hari ini pun ia berdandan, meski tau tak akan ada yang datang.


Laki Laki Ladang Bunga Matahari

Percayakah kau dulu aku pernah bilang, ia yang bersinar paling terang lah yang harus kau pilih, karena yang membuatmu tertarik adalah ia yang tepat mengisi hatimu.

Mata menuntun mengenalnya, tak lupa ia menggandeng hati untuk ikut serta.

Lalu entah sejak kapan, hanya ia yang mengisi bukan hanya hati, pikiran dan kehidupan.

Mungkin benar aku yang terlalu memaksa karena ini mau ku, sekali ini pun aku bertanggung jawab penuh atas apa yang kulakukan apapun hasilnya.

Aku yang memilih.

 

Minggu, 17 Januari 2016

pakta

Dalam beberapa waktu di hidup saya, saya membuat perjanjian kecil dengan Tuhan. Heleeeh, mungkin lebih tepatnya saya meminta, masalah mengabulkan biar jadi kehendakNya

Suatu ketika di saat saya masih muda sekali, saya berdoa, meminta Nya agar tak membiarkan saya menikah jikalau rumah tangga itu penuh pertengkaran. Saya pasti tak akan sanggup. Saya dalam posisi yg sering melihat pertengkaran, saya dan anak lain dalam keluarga tak harmonis sering kalilebih merasakan luka nya

Kemudian saat saya sakit, saya minta pada Tuhan, saat itu memang ada yg sedang dekat. Saya meminta supaya Tuhan menyembuhkan saya dulu kalau ingin saya berkeluarga. Karena saya tak bisa meninggalkan anak anak saya kelak tumbuh tanpa saya, kalau saya tak juga sembuh maka saya tak ingin menikah

Lalu akhir tahun lalu saya minta lagi, saya ingin menikah, ingin merasakan punya keluarga sendiri meski hanya sebentar saja ☺

Kamis, 26 Februari 2015

BULAN ENAM

Masih terdiam diatas kendaraan yang sudah ia matikan mesinnya sedari tadi.

Bukankah ia yang minta bulan enam? bukankah ia sendiri yang memaksa di bulan enam

Kenapa malah sekarang ia yang ragu.

Ia yang ingin bersama sepanjang sisa umur, ia juga yang mundur.

Apa yang salah? 

Ia yakin laki laki itulah laki laki yang tepat, tapi ia ragu apakah ia perempuan yang tepat bagi laki laki itu

Apakah setiap memulai perjalanan rasa ragu selalu muncul? 

Masih terdiam, hujan yang semula deras mulai jatuh satu satu lalu hilang.

Awan hitam masih nampak, geledek pun masih bersautan.

Entah apa yang terjadi didepan, keputusan apa yang didapat, roda tak akan berhenti berputar.

Perlahan ia mulai maju, pelan pelan tapi pasti ke arah yang dituju meski tak tau apa yang akan ia dapati nanti.





*just wait and see 
the future not ours to see
hope for the best
keep moving forward

menyemangati diri sendiri itu sulit

Jumat, 21 November 2014

45

Hai Pak Hari ini usia mu 45....

Semoga selalu awet muda, bahagia dan selalu berpikiran postitif like you always do

Laki laki paling sabar sekaligus paling tidak sabaran, paling diam meski kadang terlalu ceriwis, paling jayus walaupun kadang bisa lucu hahahaha

Saya nggak tau sampai kapan kita seirama, mungkin kelak akhirnya dipersimpangan juga 

Tapi doaku selalu yang terbaik untukmu

Terimakasih untuk selalu ada ketika aku sambat, marah dan gembira






*jangan ngambek teruslah kalo di elingke umur :D

Selasa, 04 November 2014

BIYUNG

"Sakitkah kau?" Tanya nya tiba tiba lewat telephone

"Tidak" Jawabku kesal, andai ia tau sempat 3 hari aku di rumah sakit kemarin tentu akan tergopoh gopoh ia datang

"Jangan bohong" Ancamnya

"Tahu dari mana?" Tanyaku ketus karena merasa bersalah telah membohonginya

"Ada darahku ditubuhmu, aku bisa rasa kalau kau sakit atau celaka" Jawabnya penuh kemenangan

Lalu kini aku yang rasa, ada yang salah tapi entah pada siapa atau apa, ada luka tapi entah siapa yang berdarah.

Dan kabar itu datang
"Bisakah kau pulang? biyungmu tidak ada yang menjaga, nampaknya ia sakit keras"

Lalu seperti ia tergopoh gopoh juga aku datang, lalu kubisikan kata kata mengancam  yang mesra ditelinganya
"Cepatlah sembuh, karena aku ingin kau berumur panjang, seperti nenek moyang kita dulu" 


#gwsmom