Menggeliat kuat, meski masih mesra kepada guling yang semalaman telah ia peluk mesra. Tidak juga beranjak, walau sinar matahari menyeruak dari celah disela sela atap. Tersenyum.
Hmmm, masih tercium aroma tubuh dari mahluk yang semalam datang. Di atas seprainya, di tubuhnya. Tercium pula, setelah menyisir rambutnya dengan jemari tangan perlahan, di sela sela rambutnya aroma itu pun masih ada.
Aroma yang melekat manja seolah tak ingin dihapus. Bilas seperlunya tanpa pernah niat untuk menghilangkan bayangan semalam apalagi menghilangkan aroma yang tiba tiba memenuhi benaknya tidak hanya indera penciuman nya. Mandi tanpa niat.
Ia mungkin telah pergi tapi masih ada yang tertinggal.
Note : mimpi buruk hari ke 3 saya.... tidur tidak lagi nyenyak :(
Kamis, 25 Oktober 2012
Rabu, 17 Oktober 2012
Just Try To Find Me
When the rain is pouring down
And no one is around
All the doors are closed
You're a stranger in this town
Wandering around and you feel lost
CHORUS:
Please try to find me and I'll try to find you
You know I need you just like you need me
Please don't give up cause we're almost together
We've almost made it, hold on and you'll see
When nobody wants to hear
What you want to say
And you feel down when your hope has disappeared
Like a morning train
You can't slow down
CHORUS
I'm just like you,
Oh you know it's true
Don't give up my friend
This is not the end
CHORUS
Note : Hey saya emang lagi nunggu untuk ditemukan :) temu in saya secepatnya ya hahaha
Senin, 15 Oktober 2012
Kirana Jingga
Dik, lagi lagi kamu dalam pelukanku, tertidur. Mungkin nyenyak, mungkin juga hanya sekedar memejamkan mata.
Memandangimu terpejam begini ... sungguh seandainya aku yang ada dalam mimpi mu itu.
Ingin rasanya belajar membaca hati, yang paling kuingin adalah tau semua yang ada dihatimu. Tapi untukku menebak adalah pekerjaan yang paling sulit, lain halnya menunggu.
Lupa kah kamu dik, bertahun tahun aku menunggu agar kamu mau memasrahkan hatimu padaku.
Tapi ah, aku bagimu hanya seperti seorang kakak tidak pernah lebih, tempat kamu bermanja dan minta dihibur hibur. Aku cukup sadar diri
"Hey, sudah sore. Pulang sana... nanti dicari Ibu lho. Lagipula tanganku mulai kebas ini" Kataku membangunkannya sebelumnya sempat mendaratkan ciuman tipis di pipinya yg semburat merah.
Mengerjapkan mata seperti anak kecil yang menggemaskan, bangun. Sejenak ia tersenyum. "Terimakasih" katanya pelan lalu memberesi tas nya dan kemudian keluar.
Dari jendela kamar kupandangi Kirana Jingga .....
Memandangimu terpejam begini ... sungguh seandainya aku yang ada dalam mimpi mu itu.
Ingin rasanya belajar membaca hati, yang paling kuingin adalah tau semua yang ada dihatimu. Tapi untukku menebak adalah pekerjaan yang paling sulit, lain halnya menunggu.
Lupa kah kamu dik, bertahun tahun aku menunggu agar kamu mau memasrahkan hatimu padaku.
Tapi ah, aku bagimu hanya seperti seorang kakak tidak pernah lebih, tempat kamu bermanja dan minta dihibur hibur. Aku cukup sadar diri
"Hey, sudah sore. Pulang sana... nanti dicari Ibu lho. Lagipula tanganku mulai kebas ini" Kataku membangunkannya sebelumnya sempat mendaratkan ciuman tipis di pipinya yg semburat merah.
Mengerjapkan mata seperti anak kecil yang menggemaskan, bangun. Sejenak ia tersenyum. "Terimakasih" katanya pelan lalu memberesi tas nya dan kemudian keluar.
Dari jendela kamar kupandangi Kirana Jingga .....
Minggu, 14 Oktober 2012
Tempat Sampah
Tempat Sampah 1
X : Aku bingung
Y : Kenapa?
X : Banyak masalah... kepala rasanya mau pecah..bla..bla..bla...
Y : Yang sabar pasti nanti akan ada jalan keluarnya :) aku juga nih lagi pusing.
X : Oh ya? eh, iya aku belom cerita ya soal yang masalah kemarennya itu
*tidak diberi kesempatan untuk mengeluh balik
Tempat sampah 2
X : Kita ketemu malem ini
Y : Oke
Setelah setengah jam dikamar berdua
X : Aku pulang dulu
Y : Baiklah
*tidak diberi cinta sebagaimana yang ia harap
Note : pernah jadi tempat sampah?
X : Aku bingung
Y : Kenapa?
X : Banyak masalah... kepala rasanya mau pecah..bla..bla..bla...
Y : Yang sabar pasti nanti akan ada jalan keluarnya :) aku juga nih lagi pusing.
X : Oh ya? eh, iya aku belom cerita ya soal yang masalah kemarennya itu
*tidak diberi kesempatan untuk mengeluh balik
Tempat sampah 2
X : Kita ketemu malem ini
Y : Oke
Setelah setengah jam dikamar berdua
X : Aku pulang dulu
Y : Baiklah
*tidak diberi cinta sebagaimana yang ia harap
Note : pernah jadi tempat sampah?
Cuek
Saya cuek bukan berarti nggak peduli.
Saya cuek bukan berarti saya nggak mikirin.
Saya cuek ketika baca atau mendengar berita bukan berarti saya nggak paham.
Saya cuek karena saya nggak ngerti saya harus bilang apa.
Saya cuek bukan berarti saya nggak mikirin.
Saya cuek ketika baca atau mendengar berita bukan berarti saya nggak paham.
Saya cuek karena saya nggak ngerti saya harus bilang apa.
Rabu, 10 Oktober 2012
Saya Beranjak Dewasa
Hyaaaaaaaaaaah...gubrak....hahahaha....dari usia sih saya emang udah agak tuwir, tapi saya baru beranjak dewasa. Ada hal hal yang akhirnya saya bisa pahami dan maklumi, saya emang rada telmi....dulu itu waktu sekolah, pelajaran fisika SMP kelas 1 baru bisa saya mengerti kelas 2 SMP....hadeeeeeeeeeeeeh.
Anyway, akhirnya saya juga sadar bahwa keputusan yang telah saya putusi (bahasa nya gak enak banget yak? ) ternyata banyak yang berefek negatif untuk saya. Dan berhubung saya tambeng jadi saya anggep apapun keputusan saya dimasa lalu meskipun bukan yang terbaik tetap dijalani dan berusaha ke arah yang tepat.
Banyak babak dalam hidup saya yang perlahan terkikis dan terlupakan, (beruntung saya emang pelupa) tapi saya banyak belajar. Belajar bahwa hidup musti berkali kali jungkir balik buat nemu jalan yang baik. Kita kadang nggak ngerti mana yang benar tanpa penah melakukan kesalahan kan.
Pembelaan ya? ya gitu deh, ini yang bikin jadi berhati hati dimasa depan kan ya... :D
Pembelaan ya? ya gitu deh, ini yang bikin jadi berhati hati dimasa depan kan ya... :D
Selasa, 02 Oktober 2012
P = K
Rumusnya semudah ini ketika kamu bikin Pilihan berarti kamu siap menerima Konsekuensinya.
Mau cerita dikit tentang rumus ini, kita kadang menyesal dikemudian hari tentang apa yang sudah jadi suatu pilihan. Buat saya rumus P = K itu yang membuat berpikir lagi tentang keluh kesah menyesal. Oh, iya itu jalan yang saya pilih. Saya paling nggak suka keluh kesah tentang penyesalan, what if ... bagaimana jika....
Waktu saya memutuskan DO dari sebuah Perguruan Tinggi Negeri yang saya pikirkan cuma seneng seneng, saya bosan sekolah. Mudah kan ngambil keputusan seperti itu hehehehe *dasar nggak ada otak kali ya. Tapi bertahun tahun kemudian ketika melihat para teman dan sahabat wisuda saya mulai merasa menyesal. Yaaah, susah masuknya masa keluar seenaknya aja.
Eniwei saya malu juga kuliah pindah pindah eh gak ada yang lulus, berapa banyak uang yang keluar, berapa banyak waktu yang terbuang, berapa besar kesempatan yang tercipta untuk saya seandainya saya berhasil lulus kuliah dengan baik.
Intinya menyesal. Lalu ada saat saya bener bener butuh bekerja tapi karena hambatan ijazah saya nggak bisa melamar untuk pekerjaan tersebut. Saya pikir pikir lagi, jangan ngeluh menyesal. Toh, itu udah pilihan saya, sekarang tinggal gimana saya harus bisa bekerja dengan hambatan itu. Terima konsekuensimu Yuneeeeh!!! gitu kata hati saya hehehe
Begitu juga ketika bertahun tahun yang lalu saya memutuskan keluar dari naungan orang tua, padahal mereka nggak tau saat itu saya sedang tidak bekerja tapi ngaku ngaku sudah dapat pekerjaan baru. Nggak makan pun saya nggak pulang ke rumah. Sampai akhirnya saya bisa dengan bangga bilang saya sudah bekerja.
Dan jadilah saya orang yang penuh pertimbangan, segala resiko saya pikir di depan *kesannya pengecut ya? tapi buat saya ketika saya udah terpikir apa yang akan saya hadapi nanti akan lebih mudah untuk mencari jalan penyelesaiannya.
Maka ketika memilih untuk melakukan sesuatu harus selalu ingat resiko dan konsekuensi yang akan ditanggung, jangan mau enak sendiri dan melakukan pembenaran dari setiap aksi saat mengeluh hehehehe...
Nggak Ikhlas itu ketika hidup dijalani dengan banyak penyesalan karena sesuatu yang sudah jadi pilihan. Jangan sampe begitu, hidup terlalu singkat buat menyesal. Ketika sudah memilih terima konsekuensinya baik atau buruk.
*stop complaining and start to act
Mau cerita dikit tentang rumus ini, kita kadang menyesal dikemudian hari tentang apa yang sudah jadi suatu pilihan. Buat saya rumus P = K itu yang membuat berpikir lagi tentang keluh kesah menyesal. Oh, iya itu jalan yang saya pilih. Saya paling nggak suka keluh kesah tentang penyesalan, what if ... bagaimana jika....
Waktu saya memutuskan DO dari sebuah Perguruan Tinggi Negeri yang saya pikirkan cuma seneng seneng, saya bosan sekolah. Mudah kan ngambil keputusan seperti itu hehehehe *dasar nggak ada otak kali ya. Tapi bertahun tahun kemudian ketika melihat para teman dan sahabat wisuda saya mulai merasa menyesal. Yaaah, susah masuknya masa keluar seenaknya aja.
Eniwei saya malu juga kuliah pindah pindah eh gak ada yang lulus, berapa banyak uang yang keluar, berapa banyak waktu yang terbuang, berapa besar kesempatan yang tercipta untuk saya seandainya saya berhasil lulus kuliah dengan baik.
Intinya menyesal. Lalu ada saat saya bener bener butuh bekerja tapi karena hambatan ijazah saya nggak bisa melamar untuk pekerjaan tersebut. Saya pikir pikir lagi, jangan ngeluh menyesal. Toh, itu udah pilihan saya, sekarang tinggal gimana saya harus bisa bekerja dengan hambatan itu. Terima konsekuensimu Yuneeeeh!!! gitu kata hati saya hehehe
Begitu juga ketika bertahun tahun yang lalu saya memutuskan keluar dari naungan orang tua, padahal mereka nggak tau saat itu saya sedang tidak bekerja tapi ngaku ngaku sudah dapat pekerjaan baru. Nggak makan pun saya nggak pulang ke rumah. Sampai akhirnya saya bisa dengan bangga bilang saya sudah bekerja.
Dan jadilah saya orang yang penuh pertimbangan, segala resiko saya pikir di depan *kesannya pengecut ya? tapi buat saya ketika saya udah terpikir apa yang akan saya hadapi nanti akan lebih mudah untuk mencari jalan penyelesaiannya.
Maka ketika memilih untuk melakukan sesuatu harus selalu ingat resiko dan konsekuensi yang akan ditanggung, jangan mau enak sendiri dan melakukan pembenaran dari setiap aksi saat mengeluh hehehehe...
Nggak Ikhlas itu ketika hidup dijalani dengan banyak penyesalan karena sesuatu yang sudah jadi pilihan. Jangan sampe begitu, hidup terlalu singkat buat menyesal. Ketika sudah memilih terima konsekuensinya baik atau buruk.
*stop complaining and start to act
Langganan:
Postingan (Atom)